Berita Indonesia Terbaru Hari Ini

Menteri Norwegia yang ditugaskan untuk menindak plagiarisme mengundurkan diri setelah tesisnya diperiksa

(SeaPRwire) –   Seorang pejabat Norwegia yang ditugaskan untuk mengawasi bagaimana untuk, telah mengundurkan diri atas laporan bahwa dia menyalin tesis magisternya dari satu dekade lalu.

Sandra Borch, menteri riset dan pendidikan tinggi Norwegia, mengundurkan diri pekan lalu setelah seorang mahasiswa bisnis di Oslo menemukan bahwa bagian dari tesis magisternya disalin tanpa atribusi dari penulis yang berbeda, The Associated Press melaporkan.

Borch mengakui menjiplak bagian dari tesisnya.

“Ketika saya menulis tesis magister saya sekitar 10 tahun lalu saya membuat kesalahan besar,” katanya kepada kantor berita Norwegia NTB. “Saya mengambil teks dari tugas lain tanpa menyatakan sumbernya.”

Mahasiswa yang membongkar Borch, Kristoffer Rytterager berusia 27 tahun, marah dengan pendekatan berapi-api menteri itu untuk menghukum pelanggaran akademik.

Beberapa mahasiswa dibebaskan di pengadilan tingkat rendah atas tuduhan plagiarisme diri, dimana mereka mengangkat bagian-bagian dari karya mereka sendiri sebelumnya. Borch kemudian membawa mereka ke pengadilan tinggi negara itu.

“Mahasiswa dikeluarkan karena plagiarisme diri. Saya marah, dan saya pikir itu ide bagus untuk memeriksa karya menteri itu sendiri,” kata Rytterager kepada The Associated Press pada Rabu.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan tindakan Borch, “tidak cocok dengan kepercayaan yang diperlukan untuk menjadi menteri riset dan pendidikan tinggi.”

Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Ingvild Kjerkol juga dituduh menjiplak. Dia mengatakan kepada media outlet bahwa “itu seharusnya tidak terjadi” dan merupakan kesalahan jujur.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.