Berita Indonesia Terbaru Hari Ini

Ini Dia 8 Kabar Teranyar dari Pasar, Simak Buat Cari Cuan

Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Tekanan jual pelaku pasar asing yang cukup massif membuat laju bursa saham domestik terbenam di zona merah pada perdagangan Kamis kemarin.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ditutup melemah sebesar 0,54% ke level 6.122,87 poin.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi harian mencapai Rp 10,43 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,13 juta kali. Sedangkan, pelaku pasar asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 318,93 miliar.

Sebelum memulai perdagangan hari ini, cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia sebelum memulai perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (26/3/2021):

1. BRI Bagi-bagi Dividen Rp12,1 T, Setor ke Negara Rp6,8 T

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau Bank BRI menyetujui salah satu agenda perusahaan yakni pembagian dividen atas laba bersih tahun 2020.

Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 12,1 triliun atau 65% dari total laba bersih Bank BRI tahun lalu senilai Rp 18,65 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35% atau sebesar Rp 6,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

“Menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp 18,654 triliun, penggunaan ditetapkan sebagai dividen 65%, atau sebesar Rp 12 triliun dibagikan kepada pemegang saham” kata Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto, dalam paparan virtual usai RUPST, di Jakarta, Kamis ini (25/3/2021).

Baca:

Cakep..IHSG Diramal Rebound! Cek Dulu Saham Pilihannya Gaes

2. Laris Manis, Global Bond BNI Rp 7 T Oversubscribed 4,4 X

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi, rencana penerbitan Tier 2 Subordinated Notes PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun dengan asumsi kurs rata-rata Rp 14.000 per US$ mendapat respons positif dari investor global.

Hal ini ditandai dengan permintaan yang masuk mencapai US$ 2,2 miliar atau kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,4 kali dari nilai yang diterbitkan.

“Tingginya permintaan dari para investor global ini menjadi indikasi baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan jika melihat kinerja dan strategi perseroan di tengah pandemi saat ini, serta kepercayaan investor global terhadap proses pemulihan ekonomi nasional,” kata Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, dalam keterangan resmi, Kamis (25/3/2021).

Sebelumnya, BNI telah menyelesaikan aktivitas penjajakan pasar (roadshow) serta pricing terkait penerbitan surat utang dengan tingkat bunga sebesar 3,75% per tahun dengan tenor 5 tahun ini. Penerbitan direncanakan untuk selesai pada 30 Maret 2021.

3. Perusahaan Luhut Bangun Mini Hidro di Lampung

Anak perusahaan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Adimitra Energi Hidro (AEH), menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hydro yang berlokasi di Pekan Way Petai, Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat.

Mengacu pengumuman yang disampaikan perusahaan yang sahamnya dimiliki Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan ini, AEH akan membangun pembangkit dengan kapasitas sebesar 2×3 megawatt.

Selain itu, AEH melakukan penjualan listrik kepada PLN untuk jangka waktu 25 tahun. Setelah berakhirnya jangka waktu PJBTL, AEH akan menyerahkan pembangkit listrik ke PLN. Pertimbangan dilakukannya kontrak kerja sama dengan PLN ini untuk pengembangan usaha TBS Energi di bidang kelistrikan

4. BEI: Minat IPO Tinggi, 26 Calon Emiten Antre Listing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan sampai dengan 18 Maret 2021, sudah ada 26 perusahaan dalam pipeline rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), jumlahnya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama sebanyak 16 perusahaan.

“Walaupun dalam kondisi new normal terkait pandemi Covid-19, sampai dengan 18 Maret 2021, pipeline IPO saham lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangan resmi, Kamis ini (25/3/2021).

Pernyataan ini disampaikan dalam acara webinar bertajuk “Membangun Equity Story yang Solid dalam Masa Ketidakpastian”, yang digelar sejak 18-25 Maret ini bersama PwC Indonesia.

Nyoman menilai, kenaikan jumlah pipeline IPO ini menandakan minat yang tinggi dari para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal pada kondisi saat ini.

Baca:

Ini Loh Daftar BUMN yang Bakal IPO Tahun Ini