Berita Indonesia Terbaru Hari Ini

Saham Amazon (AMZN) Menguat Tipis Seiring Pembukaan Kampus di Bengaluru

TLDRs;

  • Amazon membuka kantor terbesar kedua di Asia di Bengaluru, mempekerjakan 7.000 orang di bidang teknologi dan operasi.
  • Bengaluru tetap menjadi pusat teknologi terkemuka India meski persaingan dari kota-kota seperti Hyderabad semakin meningkat.
  • Amazon berinvestasi di Bengaluru meski biaya meningkat, mengambil manfaat dari potensi pertumbuhan jangka panjang GCC India.
  • Kampus baru Amazon di Bengaluru diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem teknologi lokal.

(SeaPRwire) –   Saham Amazon (AMZN) mengalami kenaikan kecil pada hari Senin karena perusahaan secara resmi membuka kantor terbesar keduanya di Asia, yang berlokasi di Bengaluru Utara. Kampus seluas 1,1 juta kaki persegi ini, yang kini berfungsi sebagai kantor pusat Amazon India, menggantikan kantor sebelumnya perusahaan di World Trade Center di Bengaluru Barat.

AMZN Stock Card

Analis mengatakan langkah ini memperkuat komitmen jangka panjang Amazon terhadap India, bahkan di tengah langkah-langkah pengurangan biaya global dan persaingan yang meningkat dari kota-kota India lainnya.

Kampus Baru Menampung 7.000 Karyawan

Kampus Bengaluru yang baru dibuka dirancang untuk menampung lebih dari 7.000 karyawan di berbagai fungsi, termasuk operasi e-commerce, teknologi, pembayaran, dan layanan penjual. Country Manager Amazon India, Samir Kumar, menekankan bahwa ekosistem bakat Bengaluru memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan dan inovasi perusahaan yang sedang berlangsung.

“Karnataka terus menjadi pusat strategis bagi kami,” kata Kumar,

sambil menekankan konsentrasi bakat teknologi dan rekayasa produk di kota tersebut. Kampus ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor pusat fisik tetapi juga menandakan dedikasi Amazon untuk memperluas jejak operasionalnya di India.

Bengaluru Mempertahankan Status Ibu Kota Teknologi

Meskipun minat terhadap kota-kota India lainnya meningkat, Bengaluru tetap menjadi pusat utama India untuk pusat teknologi perusahaan. Kota ini menjadi tuan rumah bagi lebih dari 50% Global Capability Centers (GCC) negara itu, yang berfungsi sebagai hub korporat internal yang menangani teknik, dukungan, dan operasi untuk perusahaan multinasional.

Sementara Hyderabad dan kota-kota lain mengalami lonjakan dalam pendirian GCC baru, kumpulan keahlian AI dan rekayasa produk yang mendalam di Bengaluru terus menjadikannya pilihan utama bagi Amazon. Pengamat industri mencatat bahwa biaya operasional dan real estat di Bengaluru lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif yang muncul, namun ketersediaan tenaga berpengalaman lebih penting daripada perbedaan harga.

Ekspansi Strategis di Tengah Tekanan Biaya

Langkah Amazon ini terjadi di tengah langkah-langkah pengurangan biaya global dan tantangan infrastruktur yang berkembang di Bengaluru. Ekspansi perusahaan ini menyoroti keunggulan biaya struktural India bagi perusahaan multinasional. Ruang kantor utama di Bengaluru disewakan dengan harga sekitar ₹90–₹120 per kaki persegi per bulan, hanya sebagian kecil dari biaya dibandingkan dengan Silicon Valley, yang berkisar antara ₹650–₹800 per kaki persegi.

Biaya overhead yang lebih rendah memungkinkan perusahaan seperti Amazon untuk berinvestasi di gedung-gedung bersertifikat hijau, meningkatkan keberlanjutan dan retensi karyawan. Kampus Bengaluru juga memposisikan Amazon untuk memanfaatkan proyeksi pertumbuhan pasar GCC India, yang diperkirakan akan meningkat dari $64,6 miliar hari ini menjadi hampir $100 miliar pada tahun 2030.

Penciptaan Lapangan Kerja dan Dampak terhadap Ekosistem Lokal

Menteri Industri Besar dan Menengah serta Infrastruktur Karnataka, Dr. M.B. Patil, menekankan bahwa kampus korporat berskala besar menciptakan peluang kerja yang signifikan dan memperkuat ekonomi regional. Dengan menempatkan kantor pusatnya di Bengaluru, Amazon tidak hanya memperluas tenaga kerja internalnya tetapi juga berkontribusi pada ekosistem yang lebih luas dari pemasok, penyedia layanan, dan bisnis pendukung.

“Investasi ini akan memicu inovasi lokal dan mendukung pertumbuhan sektor teknologi India,” kata Patil,

sambil menggarisbawahi potensi manfaat ekonomi multi-lapis. Pembukaan kampus Bengaluru Utara menandakan kepercayaan diri Amazon yang berkelanjutan terhadap India sebagai pasar strategis. Meskipun biaya operasional dan persaingan meningkat, kumpulan bakat yang mendalam di kota ini, dikombinasikan dengan keunggulan biaya India dan sektor GCC yang mengembang, menjadikannya tujuan yang menarik bagi investasi multinasional. Analis memandang ekspansi ini sebagai sinyal positif bagi kedua strategi pertumbuhan Amazon dan kinerja sahamnya di wilayah tersebut.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.

Sektor: Top Story, Daily News

SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.