
(AsiaGameHub) – Kepolisian Thailand telah menahan Pei Min Si setelah penggerebekan saat fajar di Pattaya pada 9 April. Pihak berwenang mengaitkannya dengan jaringan perjudian daring Shwe Kokko dan bertindak setelah adanya permintaan surat perintah dari Kedutaan Besar Tiongkok di Bangkok.
Informasi Penting
- Polisi menangkap Pei Min Si di tempat persembunyian di Pattaya pada 9 April.
- Pihak berwenang mengaitkan jaringan tersebut dengan 239 saluran dan lebih dari 330.000 anggota aktif.
- Para penyelidik mengatakan operasi tersebut menghasilkan THB13,18 miliar sejak tahun 2016.
Penangkapan di Thailand Mengalihkan Fokus Kembali ke Jaringan Shwe Kokko
Penangkapan ini menarik kembali kasus yang telah lama berjalan ke permukaan. Chiang Rai Times menggambarkan Pei sebagai “tokoh kunci” dalam dunia bawah tanah iGaming di Myanmar, dengan para penyelidik mengaitkan operasi yang lebih luas tersebut dengan lebih dari 239 saluran dan lebih dari 330.000 anggota aktif di 31 provinsi di Tiongkok.
Tiongkok melarang perjudian daring dan membatasi kegiatan kasino darat yang legal hanya di Makau. Hal itu menjelaskan mengapa Beijing terus memberikan tekanan pada kasus-kasus yang terkait dengan kelompok taruhan lintas batas yang berbasis di sekitar zona perbatasan Myanmar.
Pihak berwenang mengatakan Pei telah melarikan diri sejak Mei 2024, ketika ia meninggalkan Thailand menuju Laos menggunakan paspor Tiongkok. Pada Agustus 2025, ia dilaporkan kembali ke Thailand dengan “paspor emas” dari St. Kitts and Nevis.
Jalur paspor tersebut sebelumnya telah menuai kritik. Program kewarganegaraan melalui investasi di St. Kitts and Nevis memungkinkan pemohon untuk mendapatkan kewarganegaraan melalui donasi minimal 250.000 dolar, pembelian properti pribadi setidaknya 600.000 dolar, atau investasi minimal 325.000 dolar dalam pengembangan yang disetujui.
Polisi mengatakan biaya kemungkinan besar bukan menjadi hambatan. Sejak 2016, pihak berwenang telah mengaitkan jaringan perjudian tersebut dengan perputaran uang sebesar THB13,18 miliar, atau sekitar 409,8 juta dolar, dan keuntungan sekitar THB2,4 miliar.
Shwe Kokko tetap menjadi pusat dari kasus ini. Myanmar menyatakan sedang mengambil tindakan terhadap iGaming ilegal dan penipuan daring di wilayah perbatasan, yang sering digambarkan sebagai ibu kota penipuan di Myanmar. Dalam penggerebekan baru-baru ini, polisi menyita dan menghancurkan 3.300 komputer dan hampir 22.000 ponsel yang diduga digunakan untuk menerima taruhan daring.
Namun, kritik dari luar belum mereda. The New York Times menggambarkan penggerebekan tersebut sebagai tindakan yang “bersifat performatif”, dengan argumen bahwa junta Myanmar menggunakannya untuk meredam tekanan dari Beijing alih-alih membongkar struktur kriminal yang lebih luas.
Pihak berwenang Tiongkok telah menangani masalah ini sebagai bagian dari masalah kejahatan yang jauh lebih luas. Kasus-kasus yang terkait dengan jaringan ini sering kali tumpang tindih dengan penculikan, kerja paksa, penipuan telekomunikasi, produksi narkoba, dan penjualan narkoba. Pada bulan Februari, Tiongkok mengeksekusi 11 anggota keluarga Ming di Myanmar setelah dinyatakan bersalah atas penipuan telekomunikasi, perdagangan narkoba, dan pembunuhan.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.
Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum
AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.
