
(SeaPRwire) – By: Christian Pierce, a chief financial columnist and markets commentator
Kabar baik datang dari Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat. Mereka telah memberikan lampu hijau untuk akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance. Nilai kesepakatan ini mencapai $110 miliar. DOJ menilai transaksi ini justru akan meningkatkan persaingan, bukan menghambatnya. Mereka tidak melihat adanya masalah antimonopoli. Keputusan ini disambut baik oleh Paramount Skydance. Juru bicara mereka menyebut kesepakatan ini “pro-kompetitif”. Mereka berargumen bahwa merger ini akan menciptakan perusahaan yang lebih kuat. Perusahaan ini akan lebih siap bersaing dengan raksasa teknologi. Paramount ingin transaksi ini segera rampung.
Saham PSKY, yang merupakan kode saham Paramount, menunjukkan reaksi positif. Setelah ditutup di $10.47 pada hari Jumat, saham ini melonjak 2.77% menjadi $10.76 di perdagangan setelah jam bursa. Ini adalah sinyal awal kepercayaan pasar terhadap langkah strategis ini. Namun, perjalanan menuju penggabungan total belum sepenuhnya mulus. Masih ada beberapa regulator yang harus dilalui. Jaksa Agung California masih meninjau kesepakatan ini. Sebelumnya, ia sempat menyuarakan kekhawatiran tentang konsolidasi industri hiburan yang semakin dalam. Regulator Eropa juga memiliki tenggat waktu pada 14 Juli untuk penilaian awal mereka. Untungnya, regulator Australia sudah memberikan persetujuan.
Jika semua hambatan teratasi, gabungan perusahaan ini akan menjadi salah satu grup media terbesar di dunia. Paramount akan menambahkan aset-aset kuat seperti CNN, HBO, TBS, TNT, TCM, DC Studios, dan New Line Cinema. Portofolio ini akan melengkapi aset yang sudah ada, termasuk Paramount Pictures, CBS, Showtime, dan Nickelodeon. Perlu diingat, Skydance sendiri pernah melakukan merger dengan Paramount pada tahun 2025 dan melakukan restrukturisasi karyawan. Warner Bros. sendiri sempat menjajaki kesepakatan dengan Netflix senilai sekitar $82 miliar. Namun, tawaran Paramount yang lebih tinggi akhirnya dipilih.
Paramount memproyeksikan penghematan biaya miliaran dolar sebagai alasan utama di balik akuisisi ini. Persetujuan dari DOJ ini memang merupakan langkah maju yang signifikan. Namun, persetujuan dari California dan Eropa tetap menjadi gerbang regulasi terakhir yang krusial. Perlu dicatat juga, lebih dari 1.400 aktor, sutradara, dan pembuat film Hollywood telah menandatangani surat penolakan. Mereka khawatir akan hilangnya pekerjaan dan berkurangnya peluang bagi para kreator. Ini menunjukkan bahwa dampak sosial dari merger sebesar ini perlu terus dicermati.
Author bio: Christian Pierce, a chief financial columnist and markets commentator, provides sharp analysis on corporate finance and market trends, dissecting complex deals for a global audience.
