
(SeaPRwire) – By: Reginald Vance
Pasar komputasi AI global saat ini tengah dilanda kepanikan akibat kekurangan GPU berkualitas tinggi. Setiap perusahaan yang bisa mengamankan armada perangkat keras besar akan meraih posisi dominan. Rumble baru saja mengumumkan langkah strategis yang membuat sahamnya melonjak hingga 16,5% hingga US$8,49 di sesi pra-pembukaan.
Perusahaan ini baru saja menyelesaikan akuisisi Northern Data AG, perusahaan AI asal Jerman. Mereka akan berganti nama menjadi RUM Group dan membagi operasi menjadi dua unit terpisah. Unit pertama adalah Rumble, platform video dan alat iklan yang sudah dikenal. Unit kedua adalah Quake AI, divisi infrastruktur AI yang menyerap operasi Northern Data. Quake AI akan mengontrol sekitar 22.000 GPU Nvidia H100 dan H200 di sembilan pusat data, dengan kapasitas daya sekitar 250 MW. Lebih dari 200 MW dari kapasitas tersebut belum dimanfaatkan secara komersial. Rumble juga telah menandatangani kontrak multi-tahun senilai $270 juta dengan Together AI untuk kapasitas cloud GPU berbasis perangkat keras Nvidia Blackwell B300. Northern Data meningkatkan perkiraan pendapatan 2026 menjadi €170–€190 juta, naik sekitar 30% dari sebelumnya. Rumble memegang sekitar 85,2% saham beredar Northern Data setelah akuisisi selesai. Transaksi ini dibantu oleh Guggenheim Securities untuk Rumble dan Jefferies sebagai penasihat utama Northern Data. Banyak perusahaan lain juga melakukan pivot serupa, seperti merek sepatu Allbirds yang melonjak 600% sahamnya setelah berganti nama menjadi Smartbird dan menjual merek aslinya. Restrukturisasi dan rebranding akan berlaku mulai 18 Juni 2026.
Langkah ini sangat efisien dari sisi aliran kas, karena Rumble tidak perlu membangun pusat data dari nol. Mereka hanya perlu mengintegrasikan operasi Northern Data ke dalam unit Quake AI. Ini akan memaksa pesaing lain untuk meningkatkan upaya mereka dalam mengamankan pasokan GPU, atau bergabung dengan konsolidasi industri infrastruktur AI. Ini adalah langkah yang akan mengubah lanskap industri infrastruktur AI secara permanen.
Author bio: Reginald Vance, mitra ventura yang spesialisasi dalam valuasi semikonduktor dan material komputasi canggih.
