
By: Christian Pierce
CarMax baru saja merilis laporan laba kuartal pertama fiskal. Hasilnya jauh melebihi semua prediksi analis Wall Street. Tapi saham perusahaan malah turun 0,3% di perdagangan pra-pasar Rabu kemarin. Harganya menyentuh level $51,95 per lembar. Ini menunjukkan ada kekhawatiran besar yang menggerogoti keyakinan investor di industri mobil bekas AS saat ini.
Laba per saham disesuaikan CarMax mencapai $1,31, mengalahkan prediksi 96 sen dari FactSet. Pendapatannya naik 6,2% menjadi $8,01 miliar, melebihi prediksi konsensus $7,43 miliar. Tapi laba bersih turun menjadi $185,6 juta dari $210,4 juta pada periode sama tahun lalu. Laba kotor per unit mobil bekas turun $230 menjadi $2,177 akibat pemotongan harga dorong penjualan. CEO baru Keith Barr baru saja mengumumkan strategi turnaround empat pilar, dengan update penuh untuk investor di akhir tahun. Investor aktivis Starboard Value juga sudah menanamkan saham $350 juta sejak Maret, mendorong perbaikan efisiensi biaya dan pengalaman digital pelanggan.
(SeaPRwire) – LAPORAN LABA CARMAX $KMX SUDAH KELUAR!
EPS: $1,31 | Prediksi $0,94
PENDAPATAN: $8,01M | Prediksi $7,43M
PERGERAKAN SAHAM HARI INI DIPREDIKSI ±11,19%!! pic.twitter.com/US1gj62K1p— Schaeffer’s Investment Research (@schaeffers) 17 Juni 2026
Pemotongan harga yang dilakukan CarMax hanya berhasil menahan laju penurunan penjualan, bukan meningkatkan keuntungan secara signifikan. Strategi empat pilar yang diumumkan Barr juga tidak memiliki detail konkret yang cukup meyakinkan investor. Saham CarMax akan tetap berada di zona tekanan sampai perusahaan merilis rencana aksi yang jelas di update investor nanti tahun ini.
Author bio: Christian Pierce, kolumnis keuangan utama dan komentator pasar modal yang fokus pada industri ritel otomotif Amerika Serikat selama lebih dari 10 tahun.

EPS: $1,31 | Prediksi $0,94