(SeaPRwire) –
By: Christian Pierce
Saham Coupang (CPNG) turun 2,5% menjadi US$16,82 akhir perdagangan kemarin. Pasar modal merasakan ketegangan baru setelah denda privasi terbesar di Korea Selatan diumumkan. Beberapa investor awalnya lega dengan klarifikasi denda, tapi sentimen cepat berubah.
Denda total yang diterbitkan regulator Korea Selatan mencapai 625 milyar won, setara US$409 juta. Beban ini akan dicatat sebagai US$410 juta di laporan keuangan Q2 2026. Denda terbagi dua bagian: US$278 juta untuk pelanggaran keamanan data 33 juta pengguna, dan US$132 juta untuk masalah kepatuhan iklan pihak ketiga. Perusahaan akan mengajukan banding sebagian keputusan, tapi pembayaran denda tetap berlaku selama proses. Sebelum denda ini, kinerja Coupang sudah tertekan: di Q1 2026, pendapatan mencapai US$8,5 milyar, laba kotor turun, laba EBITDA disesuaikan hampir tidak positif, rugi operasi US$242 juta, rugi bersih US$266 juta, dan arus kas bebas turun 70% tahun ke tahun menjadi US$301 juta.

Beruang pasar mengatakan denda ini akan memperburuk margin tipis yang sudah ada, membuat pemulihan profitabilitas semakin sulit. Biaya tenaga kerja, persediaan, dan biaya hukum menambah tekanan tambahan. Para pedagang menunggu laporan laba Q2 untuk klarifikasi tren pelanggan dan pemulihan margin. Beberapa analis optimis mengatakan denda ini menghilangkan ketidakpastian terbesar, tapi semua pihak setuju bahwa kinerja margin dan arus kas di kuartal kedua akan menjadi titik penentu utama.
Author bio: Christian Pierce, kolumnis keuangan kepala dan komentator pasar saham internasional berpengalaman selama lebih dari 15 tahun.
