Kesepakatan Iran dan Bitcoin: Ketika Minyak Turun, Aset Risiko Langsung Menyala

(AsiaGameHub) –   By: Christian Pierce

Pasar kripto selalu gelisah dengan geopolitik. Ketika ketegangan di Selat Hormuz mereda, Bitcoin langsung melonjak melewati $65,000. Ini bukan kebetulan. Trader telah lama memperlakukan konflik Iran sebagai perdagangan risiko makro. Pola jual saat eskalasi, beli saat gencatan senjata, kembali terulang. Kini, perhatian beralih ke apakah level $65,000 bisa bertahan sebagai support.

Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran pada 14 Juni 2026 melalui Truth Social. Dia mengotorisasi pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan mencabut blokade angkatan laut AS. Reuters melaporkan harga minyak turun tajam setelah kesepakatan damai itu. WTI crude turun 3.2% ke $84.88 per barel. Brent crude turun 3.4% ke sekitar $87.33. Sebelumnya, Brent sempat di atas $100 akibat risiko pengiriman di Teluk.

Harga minyak yang lebih rendah meredakan tekanan inflasi. Ini menguntungkan aset risiko karena pasar bisa memperkirakan jalur suku bunga yang kurang agresif. Bitcoin sering bereaksi cepat terhadap kondisi makro seperti itu. Upacara penandatanganan formal dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss. Pembicaraan teknis akan mencakup ranjau dan komitmen nuklir. Kemunduran pada tahap ini bisa dengan cepat membalikkan sentimen.

Author bio: Christian Pierce, seorang kolumnis keuangan utama dan komentator pasar yang telah meliput dinamika aset global selama lebih dari satu dekade.