
(AsiaGameHub) – By: Elena Rostova
Kamboja telah lama menghadapi tekanan atas jaringan penipuan di kasino.
Pemerintah terus menunjukkan langkah penegakan aturan.
Banyak pihak masih meragukan konsistensi langkah pemerintah.
Kasus Roxy Hotel & Casino menjadi ujian publik terbaru regulator.
Pada 21 Mei lalu, otoritas gabungan melakukan inspeksi di Roxy Hotel & Casino.
Tempat ini terletak di Bavet, zona kasino utama dekat perbatasan Vietnam.
Pemegang lisensi resmi tempat ini adalah Radiant Pearl Investment Ltd.
Pemeriksaan perangkat yang disita membuktikan keterkaitan dengan penipuan online.
Petugas menahan 25 warga Tionghoa yang dicurigai terlibat aktivitas kriminal.
Mereka juga menyita ponsel, komputer, kendaraan, dan perangkat rekam pengawasan.
Komisi Pengelola Perjudian Komersial akhirnya mencabut lisensi tempat itu.
Badan ini juga meminta data rekening bank pemilik ke Unit Intelijen Keuangan.
Semua bahan bukti akan dikirim ke jaksa Pengadilan Provinsi Svay Rieng.
Menurut Xinhua, lebih dari 250 pusat penipuan digerebek dalam sembilan bulan terakhir.
Pada April, Kamboja sudah menutup 91 kasino yang terkait jaringan penipuan.
Amnesty International mencatat keterkaitan kasino dengan perdagangan dan kerja paksa.
Langkah ini menuntut semua operator kasino periksa seluruh lini usaha mereka.
Mereka harus pastikan bangunan, penyewa, jalur bank, dan sistem pengawasan aman.
Tidak boleh ada ruang bagi penipuan siber bersembunyi di balik izin resmi.
Tekanan internasional membuat Kamboja tidak bisa lagi memberi kelonggaran.
Pembersihan skala besar ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
Author bio: Elena Rostova, pakar kebijakan publik yang mengkhususkan penilaian kepatuhan untuk pemerintah dan dana kekayaan negara.
